The Maze Runner: The Scorch Trials

Kesuksesan dari adaptasi film Twilight dan The Hunger Games membuat para studio Hollywood berbondong-bondong membeli hak film buku-buku remaja Amerika. Sayangnya mayoritas dari adaptasi tersebut gagal mengulang sukses yang sama. Pada akhirnya setelah bertahun-tahun dan segudang adaptasi gagal praktis hanya tersisa dua serial buku saja yang mampu mereplikasi suksesnya di layar lebar. Yang pertama adalah Divergent. Keberhasilan film tersebut sesungguhnya tak mengherankan mengingat buku Divergent sendiri tak kalah populer (bahkan lebih laris) dari The Hunger Games. Tambahan lagi film tersebut dibintangi oleh Shailene Woodley yang hampir sama dengan Jennifer Lawrence merupakan artis muda populer Hollywood saat ini. Kasus kesuksesan lebih menarik sebenarnya adalah The Maze Runner. Di mana buku-buku Young Adult Amerika biasanya memiliki karakter utama wanita mulai dari Bella, Tris, Katniss, maka The Maze Runner didominasi dengan karakter pria. Saya jadi penasaran apakah mungkin ini menjadi formula sukses baginya?

Maze-Runner-The-Scorch-Trials-Poster

Kesuksesan dari The Maze Runner tahun lalu membuat 20th Century Fox langsung memberi lampu hijau untuk sekuelnya. Satu tahun tepat setelah The Maze Runner hadir di pasar, sekuelnya The Maze Runner: The Scorch Trials dirilis. Bisakah sekuelnya ini mempertahankan ciri khas The Maze Runner yang beradrenalin tinggi dan membuat jantung berdebar?

Setelah Thomas, Newt, Minho, dan para Gladers lainnya berhasil meloloskan diri dari The Glade, tidak berarti mimpi buruk mereka sudah berakhir. Faktanya, mimpi buruk mereka mungkin sudah berakhir tetapi realita yang lebih mengerikan sudah menanti! Para anak-anak itu menemukan bahwa dunia di luar labirin mereka ternyata sudah nyaris punah. Manusia tinggal sedikit dan mayoritas dari mereka sudah terinfeksi penyakit bernama The Flare, mengubah mereka menjadi monster buas bernama The Crank. Gesit, buas, para monster ini tak segan-segan menghabisi para manusia yang masih sehat. Para anggota Gladers ini akhirnya dibawa ke sebuah pusat riset di mana mereka akan selamat dari tangan jahat W.C.K.D. Akan tetapi Thomas mulai menyadari adanya kejanggalan dalam organisasi rahasia yang menyelamatkan mereka ini. Siapa sebenarnya penyelamat misterius mereka dan apa yang mereka inginkan dari para Gladers?

Scorch 2

The Maze Runner: The Scorch Trials melakukan hal yang tepat dalam sekuel ini; meningkatkan pertaruhan yang ada. Salah satu kelemahan dari film pertamanya adalah fakta bahwa apa yang dialami oleh Thomas dan kawan-kawan adalah sesuatu yang tidak sungguh-sungguh. Sebuah eksperimen. Seseorang atau sebuah kelompok sedang mengamati mereka dari luar sana dan mereka bagaikan sebuah tikus percobaan dalam laboratorium. Dan itu adalah permasalahan terbesarnya. Seapik apapun sang sutradara meyakinkan penonton bahwa bahaya itu nyata, faktanya adalah bahaya itu adalah buatan manusia. Ini berbeda dalam sekuelnya. Dalam The Scorch Trials Thomas dan kawan-kawan menyadari bahwa apa yang telah mereka pelajari dan lakukan selama ini untuk bertahan hidup di The Glade mungkin tidak cukup untuk bertahan hidup di dunia nyata. Ditambah dengan fakta di mana para Gladers tak pernah tahu pihak mana yang bisa mereka percaya menjadikan ketegangan dalam film ini terus terpacu dan tensinya terjaga.

Seperti prekuelnya film ini diisi dengan aktor-aktor muda jebolan dari serial TV. Dylan O’Brien sebagai Thomas menunjukkan kematangan aktingnya setelah selama ini lebih dikenal dalam serial Teen Wolf. O’Brien di sini mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai pemimpin tidak resmi dari grup Gladers dan tampil meyakinkan baik di adegan-adegan fisik maupun drama yang menguras akting emosionalnya. Tidak hanya dia hampir semua aktor muda menunjukkan kemajuan dalam akting mereka. Di Indonesia dan Asia sendiri aktor Korea-Amerika Lee Ki Hong turut naik daun. Senang rasanya melihat seorang aktor berdarah Asia muda mendapatkan salah satu peran sentral dalam film. Harus diakui hingga hari ini masih sedikit sekali film-film blockbuster yang menginkorporasikan keturunan Asia di dalamnya. Omong-omong jangan tertipu dengan tampang boyish dari Lee Ki Hong, begitu-begitu dia sudah berusia 28 tahun dan sudah beristri!

Singkat kata kalau kalian enjoy dengan film The Maze Runner pertama maka sekuelnya ini takkan mengecewakanmu. Walau terkadang sedikit panjang dan terasa agak bertele-tele di beberapa adegan The Scorch Trials sukses mengekspansi mitologi dunia yang lebih luas sekaligus memberi penonton misteri-misteri baru yang asyik didiskusikan dan diperdebatkan sampai kedatangan sekuel terakhirnya, The Death Cure, pada awal tahun 2017 nanti.

Score: B+

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s