The Last: Naruto the Movie

Bagi penggemar manga yang lahir di dekade 80an dan 90an ke atas tentunya akan mengenal karakter Naruto. Tidak bisa disangkal bahwa serial manga yang dikarang oleh Masashi Kishimoto ini merupakan salah satu manga shounen yang paling populer di dunia. Kendati di Jepang sendiri popularitas dari Naruto sebenarnya kalah dengan beberapa titel lain (walaupun juga sangat populer), secara worldwide mungkin popularitas dari Naruto hanya nomer dua di belakang Dragon Ball dari Akira Toriyama yang legendaris itu. Itulah kenapa ketika Kishimoto memutuskan untuk mengakhiri manga Naruto di penghujung tahun 2014 lalu popularitas sang bocah ninja yang berambisi menjadi Hokage tersebut kembali melejit; mungkin karena para penggemar lama maupun baru ingin tahu akhir dari sepak terjangnya.

1

Sebagaimana yang semua sudah tahu setelah membaca Chapter terakhir dari manga Naruto, semua bisa dibilang ditutup dengan ending yang rapi dan manis. Sakura menikah dengan Sasuke dan Naruto menikah dengan Hinata… tetapi sebentar. Mungkin para pembaca bertanya-tanya bagaimana kok Naruto yang tadinya suka dengan Sakura sekarang malah menikah dengan Hinata? Bukankah selama ini Hinata selalu memendam cinta yang bertepuk sebelah tangan kepada Naruto? Sepertinya Kishimoto mengerti kegalauan hati para fans (terutama para shippers NaruSaku yang tidak rela keduanya tidak jadian) sehingga digaraplah film The Last: Naruto the Movie yang merupakan jembatan antara chapter 699 dan chapter 700 yang terpisah time jump beberapa tahun lamanya.

Setelah menyelamatkan dunia Naruto menjadi idola di dunia ninja (tak hanya di desa Konoha saja) sehingga banyak gadis yang menaksirnya. Ini membuat hati Hinata masgyul karena berarti saingannya dalam memperebutkan cinta Naruto juga bertambah banyak. Kegalauan hati dari Hinata ini bisa ditangkap oleh Sakura yang kemudian memberikan dorongan kepada gadis pemalu itu untuk terus mendekati Naruto. Sialnya belum sempat hubungan kedua insan ini bersemi, sebuah tragedi besar kembali menghantam dunia ninja yang baru saja damai. Toneri Otsutsuki, seorang ninja yang tinggal di bulan (yes, bulan), menggunakan satelit pengeliling bumi itu sebagai ‘asteroid’ untuk menghantam dan menghancurkan bumi. Dan untuk melaksanakan niatnya itu dia memerlukan mata Byakugan yang dimiliki oleh klan Hyuga, termasuk tentu saja Hinata.

3

Setelah menggagalkan ambisi jahat dari Toneri untuk sementara Kakashi (sekarang telah menjadi Hokage) mengutus Naruto, Shikamaru, Sakura, Sai, dan Hinata untuk menyelamatkan adik Hinata, Hanabi, yang diculik oleh Toneri. Dalam perjalanan itu Naruto mulai menyadari perasaan terpendam Hinata selama ini kepadanya. Dan bagaimanakah perasaan Naruto sendiri kemudian tumbuh dari teman menjadi cinta kepada Hinata?

Harus diakui kalau film The Last ini tak sepenuhnya memuaskan bagiku. Saya sebenarnya mengacungkan jempol dengan keputusan tim sutradara dan penulis naskah yang memusatkan cerita kepada Naruto dan Hinata. Sudah sepantasnya begitu sebab keduanya adalah karakter sentral dalam cerita dan kisah mereka sudah kurang tergali dalam manga utamanya. Sayangnya bahkan dalam kurun waktu hampir dua jam film ini, saya masih saja gagal diyakinkan bahwa sudah tumbuh perasaan Naruto kepada Hinata. Apakah cinta memang bisa tumbuh sedemikian cepatnya? Mungkin ini dikarenakan timeframe dalam film ini pun sangat terbatas (hanya beberapa hari dalam satu misi saja). Oleh karena itu lompatan / perubahan perasaan Naruto begitu menyadari Hinata menyukai dia lantas berubah langsung menyukai Hinata juga terasa… terlalu tergesa-gesa.

2

Walaupun tak sepenuhnya berhasil dalam aspek cerita paling tidak saya harus mengacungkan jempol untuk kualitas animasi film ini ditambah dengan adegan-adegan aksinya yang mumpuni. Saya terkesan dengan banyaknya pertempuran dalam film ini dengan koreografi yang kreatif dan berbeda-beda. Keberhasilan menghadirkan musuh yang seimbang bagi Naruto (yang praktis merupakan Shinobi terkuat di muka bumi saat itu) layak diacungi jempol. Memang film ini jadi sedikit terlalu serius dan sedikit kehilangan humornya tetapi bukankah Naruto memang sudah begitu ketika memasuki seperempat kisah terakhirnya? Penuh keseriusan dan tak lagi banyak dihiasi humor?

Kesimpulannya, apabila kalian memang penggemar manga Naruto yang ingin melengkapi momen-momen penting yang tak sempat terangkum dalam komik, film The Last rasanya pantang untuk diwajibkan. Film ini memang didedikasikan untuk para penggemar berat Naruto, tidak lebih dan tidak kurang.

Score: B-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s