Charlotte

Di tengah tren anime yang diangkat dari Visual Novel, Light Novel, Manga, Game, maupun format-format lainnya Charlotte bisa dibilang merupakan angin segar. Kenapa? Itu disebabkan anime Charlotte adalah anime orisinil yang tidak diadaptasi dari format apapun. Anime ini digarap oleh studio P.A. Works yang sudah cukup berpengalaman dengan serial-serial anime berkualitas sebelumnya seperti Angel Beats.

Protagonis utama dalam anime ini adalah Yuu Otosaka, seorang pria remaja yang mendadak saja hidupnya berubah. Alasan dari perubahan ini adalah karena munculnya kekuatan di dalam dirinya. Yuu bisa menggunakan kemampuannya menguasai seseorang selama lima detik. Dengan kemampuan itu Yuu melakukan banyak kecurangan seperti mencontek hasil ujian atau berbuat onar. Kelenggangan hidup Yuu tidak berlangsung lama setelah kecurangannya ditangkap oleh Nao Tomori, gadis lain yang juga memiliki kemampuan ‘aneh’ sepertinya.

charlotte 2

Karena dipaksa oleh Nao dan rekannya Jojiro, Yuu terpaksa bergabung dalam organisasi siswa yang bertujuan menangkap dan menghentikan remaja-remaja yang menggunakan kemampuannya untuk berbuat curang (seperti Yuu dulu). Dalam menjalani kehidupan bersama dengan Nao dan Jojiro sifat Yuu yang tadinya egois dan selalu mementingkan diri sendiri perlahan tapi pasti mulai berubah.

Premise Charlotte sebenarnya sangat menjanjikan karena bisa menggabungkan unsur sci-fi dengan superhero. Apabila digarap dengan benar ia bahkan bisa menjadi X-Men atau Heroes versi anime. Sungguh sayang potensi ini gagal dimaksimalkan. Sebaliknya Charlotte justru mengalami masalah pacing dalam penceritaannya. Anime ini berjalan sepanjang 13 episode tetapi menghabiskan enam episode pertama dengan jalan cerita yang stand-alone. Baru memasuki episode ketujuh saja atau paruh keduanya anime ini mendadak mengambil pendekatan yang berbeda, menjadi sebuah anime yang lebih tertarik mengeksplorasi dan menggali karakter-karakter di dalamnya ketimbang mengikuti petualangan mereka menangkap karakter-karakter sekunder (yang kebanyakan tidak menarik).

charlotte 3

Sementara paruh kedua anime ini lebih kuat dibandingkan paruh pertamanya, itu tidak berarti paruh keduanya tidak problematik. Diperkenalkannya karakter-karakter baru dalam cerita membuat spotlight untuk karakter-karakter pendamping Yuu di awal serial anime berkurang – bahkan praktis tidak ada. Ini selalu menjadi masalah Charlotte sepanjang pemutarannya, semua karakter selain Yuu praktis tidak tergali sehingga kita tidak bisa bersimpati maupun peduli dengan nasib mereka.

Itu tidak berarti Charlotte adalah anime yang buruk. Selain kualitas animasinya yang tinggi dan konsisten dari episode ke episode, saya suka dengan pendekatan anime ini di mana ia tidak mengambil action generik semata. Selain itu, ceritanya dengan cukup cerdik menyisipkan beberapa petunjuk di awal-awal anime yang payoffnya baru terlihat di episode-episode berikutnya. Sungguh sayang momen-momen brilian ini banyak tertutup dengan momen-momen datar anime ini.

Singkat kata: Charlotte sebenarnya bukan anime yang buruk tetapi kamu punya banyak opsi anime lebih bagus untuk menghabiskan waktumu ketimbang menontonnya.

charlotte 4

Score:Ā C

Advertisements

One thought on “Charlotte

  1. wow kembali nulis lagi šŸ™‚
    charlotte ini punya potensi bagus tapi terlalu slow di awal dan di paruh ke dua terlalu di percepat, rasa – rasanya paruh awal kaya buat promo lagu doang.
    dan jun maeda kaya mengulang angel beats banget, punya potens banget tapi kayaknya dia masih terjebak dengan alur VN.

    yang bagus dari anime ini adalah visualnya yang mantap dan seiyuu nao yaitu sakura ayane yang bagus banget ngebawain perannya, suaranya khas banget buat karakter kaya si nao ini

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s