Star Wars Rebels – The Complete Season One

Saya ingat ketika Star Wars Rebels pertama diumumkan oleh Disney banyak penggemar Star Wars yang marah dan kecewa. Kekecewaan dan kecemasan ini beralasan. Beberapa tahun lalu ada sebuah serial animasi The Avengers yang berjudul The Avengers: Earth’s Mightiest Heroes (The Avengers: EMH). Setelah Marvel dibeli oleh Disney serial animasi itu kemudian dicancel dan diganti dengan Avengers Assemble. Dalam banyak hal Avengers Assemble memiliki jalan cerita yang mirip dengan The Avengers: EMH tetapi digarap dengan sangat kekanak-kanakan sehingga membuat orang kecewa akannya.

Hal yang sama sepertinya akan terjadi dengan Star Wars Rebels. Star Wars: The Clone Wars yang merupakan kisah animasi yang benar-benar disukai oleh banyak penggemar dicancel dan kemudian digantikan dengan Star Wars Rebels yang sekilas terlihat kid-friendly. Apakah ketakutan dan kekhawatiran para fans Star Wars itu akan menjadi kenyataan?

3

Hal pertama yang harus diketahui oleh orang yang ingin mengikuti serial ini adalah betapa setting waktu antara film ini dengan Star Wars: The Clone Wars. Serial tersebut mengambil setting antara Star Wars Episode II dan Episode III sebelum Anakin Skywalker jatuh dalam kegelapan dan menjadi Darth Vader. Di saat tersebut perang antara Jedi dan Sith ditambah intrik politik galaksi adalah tema utama serial tersebut. Ini tentu saja berbeda dengan Star Wars Rebels di mana Empire sudah menang dan Emperor Palpatine kini memerintah dengan tangan besi.

Setting serial Star Wars Rebels tepatnya adalah 14 tahun setelah Star Wars Episode III dan lima tahun sebelum Star Wars Episode IV. Serial ini mengikuti kisah petualangan dari lima orang awak kapal Ghost yang berjuang melawan Empire dengan memulai pemberontakan kecil-kecilan. Mereka adalah:

1

Ezra Bridger, seorang pencuri yang memiliki bakat menjadi seorang Jedi. Ia adalah karakter utama dalam serial ini dan menjadi mata penonton mengenal karakter-karakter lain dalam kapal Ghost.

Hera Syndulla adalah pilot dari Ghost yang berpengalaman dan tak kalah hebat kemampuan mengendalikan pesawatnya bahkan disandingkan dengan Han Solo sekalipun.

Sabine Wren adalah seorang mantan bounty hunter yang tangguh dan cekatan dalam menembak blaster.

Garazeb Orrelios yang adalah seekor Lasat, spesies yang nyaris punah karena kaum mereka nyaris semua dibantai secara keji oleh Empire.

Memimpin keempat orang ini adalah Kanan Jarrus, seorang Jedi yang entah bagaimana selamat dari perintah kejadian Order 66 yang nyaris membantai habis semua kaum Jedi yang ada. Oleh karena keberadaan Jedi yang dibenci oleh Empire, Kanan berusaha sebisa mungkin menyembunyikan identitasnya sebagai seorang Jedi dan hanya menggunakan lightsabernya maupun kekuatan Force-nya ketika benar-benar terdesak dan diperlukan saja.

2

Membantu kelima anggota kru ini dalam melaksanakan tugasnya adalah sebuah droid (mana lengkap Star Wars tanpa robot-robot unik yang lucu) berkode C1-10P tetapi acap dipanggil Chopper oleh rekan-rekannya. Keenam dari mereka beroperasi di planet bernama Lothal, planet ini terletak di Outer Rim yang jauh dari jangkauan pusat kekuatan Empire – sehingga ini mungkin menjadi alasan kenapa karakter-karakter penting dalam film seperti Darth Vader maupun Emperor Palpatine jarang muncul di tempat ini.

Serial ini dikepalai oleh tiga orang yang telah sangat berpengalaman dalam dunia animasi: Simon Kinberg, Dave Filoni dan Carrie Beck. Tidak hanya itu bahkan Greg Weisman yang merupakan maestro dari banyak serial animasi modern yang apik pun campur tangan dalam penciptaannya. Oleh karena itu mereka yang khawatir serial ini takkan sebagus Star Wars: The Clone Wars tak perlu kecewa. Toh, bukankah Filoni juga merupakan sosok yang bertanggung jawab di balik Star Wars: The Clone Wars? Tidak mengherankan bukan kalau Star Wars Rebels juga digarap dalam bentuk animasi 3D (secara sederhana) mengikuti pendahulunya.

Setelah beberapa episode awal terasa seperti intro dan stand-alone episode untuk lebih mengenal tiap-tiap karakter yang ada, tensi dan kualitas dari Star Wars Rebels meningkat dan mulai menemukan identitasnya dalam tiga episode terakhirnya. Apabila dalam delapan episode sebelumnya kita dibiarkan untuk mengenal setiap karakter-karakter tersebut secara lebih mendalam, tiga episode terakhir dalam serial ini menguji kekompakan dan hubungan persahabatan – bahkan mungkin keluarga – antara keenam kru Ghost ini. Pun karena merupakan finale dari season pertamanya pertaruhan yang ada jauh lebih tinggi daripada misi-misi biasanya.

Season pertama ini bisa dibilang juga merupakan season yang mengedepankan hubungan Jedi – Padawan (alias Guru – Murid) antara Kanan dan Ezra. Sungguh menyegarkan melihat sosok keduanya saling mengisi satu sama lain melalui kelebihan dan kekurangan masing-masing. Perlu diingat bahwa Kanan bukan seorang Jedi Master yang sangat berbakat macam Obi Wan Kenobi, Mace Windu, maupun Yoda. Apabila pembantaian Jedi tidak pernah terjadi sangat bisa jadi Kanan bahkan belum cukup matang untuk memiliki Padawan-nya sendiri. Itulah yang membuat interaksi dirinya, yang masih ragu dengan kemampuannya sendiri, dengan Ezra, yang haus ingin belajar sebanyak mungkin mengenai dunia Jedi, menjadi menarik. Yang saya sayangkan adalah karena fokus antara kedua karakter ini begitu dikedepankan maka background kisah ketiga karakter lainnya dalam Ghost (dengan pengecualian Chopper –  he’s a droid) jadi agak ditelantarkan. Saya berharap bahwa dalam season 2 karakter-karakter tersebut pun diberi kesempatan dalam spotlight.

Hal lain yang saya rasa bisa diperbaiki dalam season kedua adalah tensi dalam serial ini. Setelah delapan episode hampir selalu bisa meloloskan diri dengan mudah (dengan pengecualian satu dua episode ketika The Inquisitor, seorang Sith dengan senjata mirip Darth Maul, muncul) saya jadi kurang bisa menanggapi kekuatan Empire secara serius karena mereka selalu dipecundangi dengan… mudah. Sekali lagi tiga episode terakhir dalam season pertama ini adalah langkah ke arah yang benar dan saya berharap tensi itu akan tetap dipertahankan memasuki season keduanya. Oh ya, satu hal lagi bagi mereka yang sedih akan tamat secara prematurnya Star Wars: The Clone Wars, akan ada kejutan yang menyenangkan bagi kalian dalam serial ini, percayalah serial tersebut tak sepenuhnya dilupakan begitu saja oleh Disney.

4

Secara keseluruhan Star Wars Rebels adalah sebuah kisah yang layak tonton bagi kalian yang suka dengan animasi ringan dalam dunia Star Wars. Ia adalah hiburan yang memuaskan untuk seluruh anggota keluarga baik muda dan tua. Kita tunggu petualangan apa lagi yang akan terjadi di season kedua dan mungkinkah mereka bahkan akan bertautan dengan Star Wars: Rogue One yang akan dirilis akhir tahun 2016 nanti?

Score: B+

Advertisements

3 thoughts on “Star Wars Rebels – The Complete Season One

  1. Yah… B -.-;;
    Tapi gapapa, mungkin lo lebih in tune sama Star Wars yang pendekatannya lebih serius dan political heavy. Sementara gue lebih suka tone nya fun dan ringan, you know like… A New Hope? Atau seperti buku pertama Harry Potter. Both are alike sih…

    Buat gue ini A- not perfect tapi sangat engaging.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s