Shokugeki no Souma

Anime yang mengambil tema dunia masak memasak tidak selalu masuk dengan seleraku. Bukan berarti saya tidak suka dengan Yakitate!! atau Addicted to Curry tetapi saya tak pernah benar-benar ngefans dengan mereka. Mungkin alasannya adalah karena ketika kecil dulu saya menonton anime berjudul Mister Ajikko yang di Indonesia terkenal dengan judul Born to Cook. Anime-anime atau manga memasak lain berikutnya yang hadir setelah itu tidak pernah bisa menyamai kecintaanku terhadap anime klasik tersebut. Ketika adikku (yang lebih update mengenai dunia anime) ketimbangku menyarankan menonton Shokugeki no Souma, saya tak serta merta menontonnya, menganggap bahwa generasi muda sekarang mungkin tak pernah tahu Mister Ajikko sehingga mencintai Shokugeki no Souma, saya tak yakin akan bisa sesuka itu terhadap anime ini. Toh ketika animenya telah usai, saya memberi kesempatan dan mencoba menontonnya…

Protagonis utama dari anime ini adalah Soma Yukihira yang ingin menjadi koki hebat yang bisa mengikuti jejak ayahnya dalam menjalankan bisnis restoran mereka. Menyadari bakat Soma, sang ayah justru menyarankan dia untuk masuk ke dalam sekolah bernama Akademi Totsuki, akademi masak-memasak paling elit seluruh Jepang. Pada awalnya Soma menganggap remeh para teman-temannya di sekolah karena menganggap mereka semua anak-anak ingusan yang tak pernah mengerti beratnya bekerja di restoran di dunia nyata. Akan tetapi sangkaan Soma sontak berubah begitu ia berkenalan dengan kawan-kawan barunya. Mereka semua ternyata adalah calon-calon koki yang memiliki spesialisasinya sendiri dan berambisi menjadi koki yang hebat… apakah Soma bisa bertahan di tengah persaingan Akademi Totsuki yang sangat ketat dan brutal?

1

Pertama saya ingin menjelaskan satu hal yang membuat kebanyakan orang tidak suka dengan Shokugeki no Soma: fan servicenya. Adalah hal yang biasa dalam anime ini bahwa setelah juri / orang memakan masakan yang lezat mereka akan kelojotan layaknya terkena orgasme. Hal ini biasa dimunculkan untuk menampilkan efek komedik tetapi oleh beberapa orang dianggap sebagai hal yang kotor dan ecchi. Ini dikarenakan manga yang digambar oleh Shun Saeki ini juga memiliki tipe gambar yang serupa. Satu info menarik lain adalah Shun Saeki sebelum terkenal menggarap manga mainstream ini lebih dahulu populer di dunia manga hentai. Akan tetapi janganlah membiarkan hal ini menganggu kenikmatan kalian menonton Shokugeki no Souma, percayalah bahwa seiring dengan berjalannya episode di anime ini kadar ecchi dan fan-servicenya pun makin dikurangi.

2

Kembali pada animenya sendiri, saya adalah orang yang paling terkejut menyadari betapa saya sangat menyukai anime ini. Shokugeki no Souma adalah anime yang paling fun yang saya tonton tahun ini! Saya menonton anime ini hampir marathon dan menyelesaikannya dalam kurun waktu seminggu. Setelah itu saya langsung merekomendasikannya kepada teman-teman saya yang semuanya menonton dan juga menyukainya. Kunci dari kesuksesan anime ini hadir dari paduan sempurna semua kunci elemen cerita di dalamnya.

Yang pertama tentu saja adalah masakan-masakan yang ada di dalam Shokugeki no Souma. Berbeda dengan Yakitate!! yang berpusat mengenai roti, anime ini secara adil berbicara mengenai hampir semua jenis masakan. Dalam season pertama yang berdurasi 24 episode saya sudah menemukan masakan Jepang, Italia, Perancis, dan banyak lainnya ditampilkan dalam anime ini. Seperti yang saya katakan tadi, Akademi Totsuki memiliki banyak koki yang memiliki spesialisasi mereka masing-masing dalam memasak, oleh sebab itu menonton masakan-masakan apa saja yang akan muncul menjadi rasa penasaran tersendiri. Omong-omong, ada tempe khas Indonesia yang muncul juga lo di serial ini.

3

Kedua adalah karakter dan format penceritaan dalam anime ini. Saya tadinya menyangka bahwa anime ini akan berkisah mengenai Soma melakukan duel demi duel demi duel menghadapi koki-koki yang ada di Totsuki. Sementara itu ada benarnya, sang pengarang cukup bijak tidak melulu menggunakan duel masak (Shokugeki) sebagai plot device. Bahkan sepanjang season pertama praktis Soma hanya melakukan dua kali Shokugeki saja! Oleh karena penempatan Shokugeki ini dilakukan hanya sesekali saja maka ketika pertarungan antara para Chef terjadi biasanya pertaruhan emosionalnya pun lebih menonjok dan kita siap melihat pertarungan yang spektakuler. Ada satu momen dalam anime ini di mana Soma akan melakukan Shokugeki dan bagiku adalah momen terbaik dari anime – bahkan mungkin dari seluruh dunia hiburan – yang saya tonton tahun ini. It’s just THAT good.

4

Tak hanya penceritaannya saja tetapi juga karakter-karakter dalam serial ini begitu membekas di hati. Banyak serial animasi kerap tidak berani memperkenalkan terlalu banyak karakter dan membatasi jumlah karakter di bawah sepuluh karena khawatir bahwa penonton tak bisa mengingat-ingat semuanya. Tidak dengan Shokugeki no Soma. Dalam 24 episode anime ini dia memperkenalkan puluhan karakter di dalamnya dan saya yakin di penghujung anime ini yang membekas di hati paling tidak 20 karakter – bahkan lebih. Salut untuk sang pengarang yang mampu memperkenalkan karakter-karakter yang memorable dalam anime ini sehingga sanggup menampilkan klimaks yang sangat seru di penghujung season.

Hal terakhir yang membuat saya jatuh cinta pada anime ini adalah animasi dan musiknya. Animasi dalam penyampaian masakan-masakan di dalamnya sangat cantik dan menggiurkan. Percayalah kalau kalian menonton anime ini dalam perut kosong, kalian akan langsung menghambur ke restoran terdekat guna mengisinya. Tambahkan itu dengan lagu-lagu opening dan ending yang sangat menggugah hati (terutama untuk lagu opening dan ending yang pertama: Kibou no Uta dan Spice) maka serial ini menjadi layaknya sebuah paket makanan yang lengkap dan begitu lezat untuk dinikmati.

Terlepas dari apakah kalian pecinta anime masak-memasak atau bukan Shokugeki no Souma adalah serial animasi terbaik yang saya tonton di tahun 2015 lalu. Sangat sayang tentunya bila tak dinikmati!

Score: A

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s