Review Round-Up 2016 (Part 14 – Movie)

01. The Secret Life of Pets
Score: B

I’ll be honest. Setelah Despicable Me 2 yang biasa-biasa saja disambung dengan Minions yang aujubile gile jeleknya setengah mampus, saya tidak berharap banyak dengan Illumination Entertainment. Bahkan mendengar The Secret Life of Pets tidak menggoyahkan pendapatku. Karena itu saya masuk menonton film ini dengan ekspektasi serendah mungkin. Hasilnya? Ternyata film ini tidak buruk-buruk amat. Tidak sebagus Despicable Me yang pertama tentu saja tetapi masih jauh lebih bagus dari Minions dan Despicable Me 2 sekalipun. Overall, ini sebuah film animasi yang cocok ditonton anak-anak maupun pecinta hewan.

02. Kingsglaive: Final Fantasy XV
Score: C+

Kualitas animasi dalam film ini memang sangat bagus tetapi sebuah film tak hanya dinilai dari kualitas animasinya saja bukan? Jalan cerita dalam film ini sebenarnya sudah terbangun menjadi pengiring yang baik bagi game Final Fantasy XV, akan tetapi kemudian menjadi mengecewakan menuju ke klimaksnya. Koreografi pergerakan dalam film ini pun terkadang dibuat overstylish sehingga hasilnya bukan lagi keren tetapi jadi “Duh, memusingkan!“. Khusus buat para pecinta game Final Fantasy atau mereka yang tertarik untuk memainkan Final Fantasy XV, satu hal yang harus saya akui sukses dalam game ini adalah world building-nya, mantap!

03. The Shallows
Score: B+

Film yang pendek (hanya 80 menit lebih) dengan budget yang kecil tetapi hasilnya luar biasa. The Shallows adalah bukti bahwa untuk menciptakan film yang engaging dan menegangkan kamu tak perlu menggelontorkan dana puluhan hingga ratusan juta USD. Sosok Blake Lively yang terdampar di lepas pantai rahasia Amerika Latin dan harus menggunakan segala akalnya untuk bertahan hidup dari serangan seekor hiu putih raksasa yang buas dijamin akan membuatmu mencengkeram kursimu sepanjang film.

04. The Peanuts Movie
Score: B

Sulit percaya bahwa komik strip The Peanuts sudah hadir selama lebih dari enam dekade lamanya! Melalui tangan Charles M. Schulz karakter-karakter Charlie Brown dan Snoopy menjadi bagian dari Pop Culture yang sangat dikenal. Tak heran bahwa setiap beberapa tahun sekali filmnya dibuat. Kali ini oleh Blue Sky Entertainment (studio yang menciptakan Ice Age). Hasilnya tidak mengecewakan karena berisi homage cerita-cerita bagaimana Charlie Brown yang selalu sial dan tak kesampaian mengejar cewe idamannya sampai petualangan-petualangan fantasi imajinatif Snoopy sang anjing peliharaannya. Toh pada akhirnya tak ada bagian dalam film ini yang bisa sedalam kata-kata paling terkenal Charlie Brown: “Nothing takes the taste out of peanut butter quite like unrequited love.” : “Tak ada yang mematikan rasa dari selai kacang seperti cinta yang tak terbalas”. Ah, now that’s deep.

05. Lights Out
Score: B+

The Shallows bukan satu-satunya film berbudget rendah yang sukses menggedor jantung penonton… begitu juga dengan Lights Out. Bermula dari film pendek yang sensasional di Youtube, film ini kemudian diproduseri oleh James Wan dan dijadikan film layar panjang. Banyak film pendek yang kadang kehilangan esensinya setelah dijadikan film layar panjang tetapi tidak demikian dengan film ini. Lights Out tetap sukses menggedor jantung penonton sepanjang masa durasinya, membuat kita bertanya-tanya mengenai misteri apa yang ada di balik teror yang terjadi saat lampu dipadamkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s