The Flash Season 3 Episode 2: Paradox

Kendati Flashpoint berakhir hanya dalam satu episode saja ternyata tim kreator Flash tidak membiarkan semua kembali seperti status quo semula. Pada akhir episode pertama lalu menunjukkan bahwa hubungan Iris dan Joe sedang berada dalam keadaan yang tidak baik. Dalam episode ini Barry menemukan bahwa perjalanannya menembus balik waktu telah membuat konsekuensi (negatif) lain yang tak disangka-sangka.

Beberapa perubahan besar yang terjadi antaranya adalah kematian saudara Cisco: Dante, yang membuat hubungan Cisco dengan Barry menjadi dingin. Tak hanya itu sekarang Barry memiliki rekan kerja baru yang sebelumnya tak pernah ia kenal: Julian Albert! Perubahan ini tak hanya berhenti sampai di sana karena ternyata saat Barry mengunjungi Felicity di Star City ia menemukan bahwa perubahannya menembus balik waktu telah mengubah identitas anak Diggle dari wanita menjadi pria!

Terlepas dari semua masalah pelik yang terjadi dalam Tim Flash, masalah yang lebih besar adalah dengan bagaimana The Rival – musuh Flash dari episode pertama – mulai mengingat mengenai masa lalunya dari era Flashpoint. Tak hanya itu, ada seorang misterius yang menyebut dirinya Alchemy mampu memberikan kemampuan kepada The Rival kembali. Siapakah Alchemy dan bisakah The Flash menghentikan kedua lawannya itu?

1

Ketimbang episode premierenya yang terkesan terburu-buru, saya lebih menyukai episode kedua dari The Flash. Saya bahkan merasa kedua episode ini sebenarnya akan lebih baik bila tayang back-to-back karena lebih mengeksplorasi mengenai sebab-akibat apa yang terjadi setelah Barry sekali lagi dengan seenaknya mengubah timeline. Bukankah ia sudah berulang kali melakukan hal ini di dua season sebelumnya? Untung saja para penulis akhirnya menekankan hal ini tidak boleh dilakukan lagi – dengan bantuan dari John Wesley Shipp yang hadir sebagai bintang tamu.

Di sisi lain apabila kalian mengikuti tiga serial DC di The CW sekaligus: The Flash, Arrow, dan The Legends of Tomorrow, konsistensi logika Time Travel ini menjadi mentah. Bukankah inti dari serial The Legends of Tomorrow justru grup tersebut berpetualang menembus waktu dari masa ke masa untuk menghentikan perubahan pada sejarah? Apabila yang dilakukan Barry (menyelamatkan nyawa ibunya) saja sudah bisa mengacaukan sejarah sedemikian rupa – lantas bagaimana dengan yang dilakukan oleh Sara dan kawan-kawannya?

Ah, kalau dipikirkan terlalu panjang, malah jadi sakit kepala. Supaya lebih enjoy mengikuti serial ini ada baiknya kalian menganggap peraturan dalam satu serial hanya berlaku pada serial itu saja. Karenanya anggap saja perubahan waktu yang dilakukan dalam The Legends of Tomorrow dan yang dilakukan dalam The Flash merupakan dua hal berbeda.

Tom Felton yang sebelumnya populer di mata para fans sebagai Draco Malfoy akhirnya muncul dalam episode kedua ini dan langsung memikat hatiku dengan aktingnya. Sosok Julian Albert yang dingin dan sering melempar humor sarkasme memang menjadikannya annoying tetapi sekaligus memberi Barry ‘rival’ baru setelah Eddie absen di season kedua. Semoga saja Tom Felton nantinya akan diberi story arc yang kuat di episode-episode berikutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s