Luke Cage Season 1 Episode 1: Moment of Truth

Kita pertama kali bertemu dengan Luke Cage di serial Jessica Jones ketika ia menjadi supporting character di dalam serial tersebut. Di penghujung Jessica Jones, Luke Cage menghilang dari rumah sakit tempat ia dirawat dan memutuskan untuk pindah distrik ke Harlem, jauh dari Hell’s Kitchen yang membawa banyak bencana bagi kehidupannya. Harapan dari Luke Cage adalah dia bisa memulai kehidupan damai di Harlem, jauh dari segala pertarungan menghadapi para villain psikopat yang bisa mengendalikan dirinya, jauh dari kenangan akan diri Reva mantan istrinya.

Sebenarnya ada sedikit hal yang lucu di sini, hanya karena Luke Cage pindah distrik, itu tidak berarti Jessica Jones maupun kenalan-kenalan lamanya tidak bisa mendatanginya. Harlem dan Hell’s Kitchen masih sama-sama di kota New York bung. Itu seperti mengatakan kita mau pindah dari daerah Kelapa Gading ke Senayan untuk memulai hidup baru – while it’s actually just like one or two hours away from your old life.

Kembali pada serial Luke Cage, sebagaimana halnya Kingpin menguasai daerah Hell’s Kitchen, Harlem pun memiliki seorang mobster yang menguasainya: Cottonmouth. Cottonmouth menjalani sebuah bar bernama Harlem’s Paradise yang menjadi tempat terselubung untuk melakukan kegiatan-kegiatan ilegal seperti melakukan transaksi senjata-senjata mutakhir sampai membiayai sepupu Cottonmouth yang adalah politikus kotor. Luke Cage pada awalnya bekerja di bawah Cottonmouth sampai ketika sebuah insiden akhirnya membawa mereka pada sisi yang berseberangan.

111

Menonton episode pertama dari Luke Cage seperti melihat campuran dari dua elemen serial Marvel Netflix sebelumnya: Daredevil dan Jessica Jones. Menghadapi seorang raja kriminal jelas merupakan tema dari season pertama Daredevil sementara seorang dengan kemampuan super yang tak ingin lagi menggunakan kekuatannya mengingatkanku pada Jessica Jones. Toh sebagaimana halnya Jessica Jones pada akhirnya tak bisa mengkhianati hati nuraninya sebagai pahlawan – begitu juga Luke Cage pada akhirnya turun tangan ketika melihat ketidakadilan terjadi.

After all, heroes can’t run away from who they are, can they?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s