Luke Cage Season 1 Episode 2: Code of the Streets

Setelah episode pertama memperkenalkan karakter-karakter dalam serial ini, episode dua langsung mengguncangnya. Salut dengan keberanian dari Luke Cage untuk langsung mendobrak formula serial Marvel Netflix biasanya. Apabila dalam Daredevil maupun Jessica Jones memakan waktu hingga episode delapan atau di atas itu sebelum ada karakter utama yang dihabisi, dalam Luke Cage salah seorang sahabat dekatnya sudah tewas dalam episode kedua.

Saya bicara tentu saja mengenai Pop, yang diperankan dengan sangat baik oleh Frankie Faison. Ia memang hanya tampil selama dua episode saja tetapi ia menggunakan semua waktunya untuk tampil sebagai sosok yang menjadi penuntun Luke Cage dan menginspirasinya untuk menjadi sosok yang lebih peduli dengan lingkungan sekitarnya. Sebenarnya ini mungkin juga merupakan pesan sosial tak hanya untuk kaum kulit hitam di Amerika tetapi juga bagi kita semua. Berapa banyak dari kita yang diberkahi dengan kehidupan yang ‘normal’ dan ‘standar’ dan kita seakan-akan membutakan diri dengan ketidakadilan yang sebenarnya terjadi di sekitar kita dan di dunia?

Bicara soal kaum kulit hitam di Amerika, sosok Luke Cage yang anti peluru sebenarnya adalah ironi refleksi kehidupan kaum kulit hitam di Amerika saat ini. Bukan rahasia bahwa sejak dua tiga tahun yang lalu kasus penembakan kaum kulit hitam di Amerika semakin marak merambah di media. Coba saja cari di Google dan kalian akan melihat tingginya penembakan polisi akan kaum kulit hitam di Amerika. Sepertinya bukan kebetulan bahwa dalam episode dua Luke Cage Pop pun meninggal akibat penembakan brutal yang terjadi di kawasan Harlem.

code1
Mahershala Ali and Alfre Woodard

Kematian Pop mendorong Luke Cage keluar dari zona amannya dan ia memutuskan untuk menghancurkan bisnis kotor dari Cottonmouth yang merupakan otak di balik kematian Pop… walaupun sebenarnya tidak demikian adanya. Cottonmouth menunjukkan dirinya sebagai seorang villain yang memiliki rasa manusiawi dan ‘code of honor‘ betapapun twistedhonor‘ yang ia miliki. Dan itu yang sebenarnya saya suka dari para villain Marvel Netflix. Waktu yang lebih panjang bersama mereka memberi penonton waktu untuk mengerti motivasi mereka tidak menjadi sekedar villain monoton yang bertujuan menguasai dunia. Saya menyebutkan dalam review saya di episode sebelumnya bahwa Cottonmouth seperti Kingpin – yang adalah raja kriminal di wilayah New York tertentu – tetapi dalam episode ini Cottonmouth sudah menunjukkan bahwa ia tipe villain yang berbeda.

Karakter pendukung lain di serial ini yang mendapatkan waktu lebih banyak tampil adalah Misty Knight. Sekarang kita tahu bahwa selain ia tidur dengan Luke Cage di episode pertama, ia juga adalah seorang detektif yang handal bermain bola basket. Akan menarik melihat bagaimana keduanya akan bekerja sama di masa mendatang mengingat keduanya adalah pilar dari grup Heroes for Hire di dunia komik Marvel.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s