Luke Cage Season 1 Episode 9: DWYCK

Saya penasaran dengan karakter Diamondback. Episode 8 lalu tidak menunjukkan dirinya sebagai sosok raja kriminal yang kompeten. Saya menyebutkan dalam review saya di episode lalu bahwa Diamondback adalah seorang raja kriminal yang berbeda dari Kingpin karena ia tidak takut turun tangan sendiri… tetapi saya tidak bilang dia lebih baik dari Kingpin. Masalahnya kalau seorang raja kriminal turun tangan sendiri, it dilutes his mystery and power. Dia tampak seperti seorang pembunuh bayaran tetapi tidak seperti seorang raja kriminal yang manipulatif dan kalkulatif.

Tetapi itu semua dijungkirbalikkan di episode ini oleh Diamondback. Ia mulai menunjukkan betapa dirinya adalah sosok yang tak kalah – bahkan mungkin lebih berbahaya dibandingkan Cottonmouth ketika ia mengingatkan kepada rival-rival dan bawahannya kenapa mereka harus menakuti dia sebagai penguasa distrik Harlem. Ide dari Mariah yang ingin melegalkan penjualan senjata super juga merupakan konsep menarik yang saya rasa bisa diaplikasikan tak hanya di serial Netflix tetapi juga di serial-serial Marvel yang lain bahkan film layar lebar Marvel juga.

333331111

Sementara itu sesuai dengan tebakan saya sekali lagi dalam episode ini kita minim dengan sang karakter utama: Luke Cage yang terluka (tetapi dalam episode ini masih bisa berkata Sweet Christmas dua kali!) praktis tak diberi kesempatan melakukan apapun selain meminta pertolongan pada Claire untuk membawanya kembali ke dokter yang dulu ‘menciptakan’ dirinya. Dengan kata-kata Diamondback bahwa dia adalah saudara dari Luke Cage, saya jadi penasaran apakah masa lalu Luke Cage di penjara ada kaitannya dengan Diamondback? Mungkinkah akan ada sekuens flashback lain di episode-episode mendatang?

Episode ini juga sangat memorable karena menunjukkan polisi menembak orang hitam. Sementara adegan tersebut tak berarti banyak bagiku, ternyata itu sangat berarti bagi orang-orang kulit hitam di Amerika sana yang sering ditembak oleh polisi ketika berjalan-jalan di pemukiman kulit putih. Ternyata masalah rasisme memang tak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di Amerika sana, sesuatu yang cukup tragis mengingat hal ini terjadi lebih santer ketika Obama, seorang kulit hitam, menjadi Presiden dari Amerika Serikat selama dua periode.

Menilik cliffhanger episode ini, saya percaya Luke Cage tidak akan mati (hey come on, he’s the hero… and he’s on The Defenders!) tetapi para penulis serial ini perlu membawanya kembali sebelum orang mulai lupa bahwa ini adalah serial mengenai Luke Cage – dan bukan mengenai orang-orang di sekitarnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s