Luke Cage Season 1 Episode 12 Review: Soliloquoy of Chaos

Semenjak ia dituding sebagai pembunuh dari Cottonmouth, nama dari Luke Cage berubah total dari pahlawan jalanan menjadi kriminal yang ditakuti oleh orang-orang. Paling tidak itulah yang ingin ditunjukkan oleh para pencipta serial ini. Tetapi apakah benar begitu? Dalam episode 12 ditunjukkan bahwa walaupun nama Luke Cage telah dirusak dengan politik kotor oleh Black Mariah, masih banyak orang hitam di Harlem yang merasa bahwa Luke Cage adalah seorang outsider, seorang yang bisa melawan sistem yang selama ini berlaku tidak adil kepada mereka orang kulit hitam.

Dan itu semua dikulminasikan dalam lagu Bulletproof Love, sekuens keren yang dinyanyikan oleh Method Man. Memang benar semenjak kematian dari Cottonmouth serial ini jadi terlalu over-the-top, terutama dengan kehadiran Diamondback yang tingkah lakunya makin lama makin ajaib, oleh karena itu adanya sekuens ala music video ini tidak lagi terasa out of place.

methman

Di sisi lain episode 12 ini praktis menjadi sebuah episode setup untuk finale Luke Cage season 1. Beberapa poin cerita penting seperti bagaimana Luke Cage harus membersihkan namanya sebagai pembunuh Cottonmouth mulai mendapatkan titik terang sementara Diamondback mulai kehilangan satu per satu rekannya, termasuk di dalamnya Black Mariah dan Shades, yang geram karena ia hendak dihabisi oleh bosnya itu.

Bicara soal Diamondback, semenjak kemunculannya di episode 7 lalu karakter ini mengalami rollercoaster di mataku. Ia sempat menunjukkan dirinya sebagai musuh yang patut diperhitungkan di episode 9 yang brilian itu, tetapi setelahnya ia makin lama makin overacting sampai membuat saya malas menontonnya. Praktis dibandingkan semua karakter lain yang cenderung grounded ke reality, ia terasa terlalu campy dan out of place. Melihat sosoknya yang muncul di akhir episode ini menggunakan… jubah besi (armor?) terasa bagaikan lawakan. Kalian kira kostum Spartan yang dipakai Diggle di Arrow jelek? Kostum itu mendadak terlihat sangat keren apabila dibandingkan dengan apa yang dipakai Diamondback di episode ini.

Secara keseluruhan saya masih suka dengan serial Luke Cage tetapi tanpa adanya lawan yang sepadan bagi sang Bulletproof man, serial ini terasa masih kalah kualitas dibandingkan kedua saudaranya. Semoga saja episode terakhir dalam episode ini menyingkirkan Diamondback dan memfokuskan Luke Cage dalam melawan Black Mariah dan Shades. Tidak, mereka juga bukan lawan yang menarik-menarik amat, but everything is practically better than Diamondback at the moment.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s