Review Round-Up 2016 (Part 15 – Board Games)

01. Deception: Murder in Hong Kong
Score: 7.5

Sebuah party Board Game yang menyenangkan, terutama kalau memainkannya pada grup yang tepat. Kalau kamu memainkannya pada grup yang rusuh dan suka bercanda maka dengan cepat permainan ini akan jadi ice breaker di mana setiap pemain saling tuding siapa yang telah melakukan pembunuhan. Dalam permainan ini praktis hanya satu orang – sang ahli forensik saja yang tahu siapa pembunuh yang bersembunyi di antara kalangan detektif yang sibuk menebak sang pelaku kejahatan. Bisakah kalian menjadi Detektif Conan ala Indonesia?

02. Laga Jakarta
Score: 7.5

Awal memainkan permainan ini terasa kurang oke karena banyaknya down time dari satu giliran ke giliran lainnya. Rupa-rupanya itu dikarenakan jumlah pemain (lima orang) terlalu banyak. Jumlah yang paling pas untuk memainkan game ini adalah tiga sampai empat orang karena dengan demikian semua orang bisa memikirkan strateginya tanpa terlalu lama menunggu giliran bergerak lagi. Sesuai namanya, game ini menantang anda untuk bisa sukses di The Big Durian, ibukota Indonesia yang penuh dengan segala kehiruk pikukannya.

03. Blood Rage
Score: 9.0

Ketika memainkannya pertama kali saya sudah suka dengan game ini tetapi belum sampai tergila-gila karena belum sepenuhnya menguasai mekanisme permainan. Akan tetapi memainkannya kali kedua dengan strategi yang lebih mendalam baru menunjukkan betapa fun dan menyenangkannya bermain Blood Rage. Strategi yang cukup dalam untuk ukuran war game, kualitas miniatur yang sangat mumpuni, sampai waktu main yang tak terlalu pendek tapi juga tak terlalu panjang (sekitar 60 – 75 menit) membuat ini menjadi salah satu Board Game terbaik yang pernah saya mainkan. Tak heran ia memenangkan banyak penghargaan tahun lalu!

04. Camel Up
Score: 8.0

Sudah cukup lama tidak memainkan game yang memenangkan penghargaan Spiel de Jahres tahun 2014 lalu. Ketika memperkenalkannya pada grup baru ternyata mereka pun sangat menyukainya. Itu memang menjadi daya tarik dari Board Game balap unta ini. Ia tidak memiliki terlalu banyak strategi di dalamnya dan unsur permainan praktis hanya mengandalkan keberuntungan (dan unsur luck rolling dadu), akan tetapi di rombongan yang tepat (terutama bagi yang gemar judi) Camel Up dengan tema betting ini dijamin akan langsung menyemarakkan keadaan. Satu lagi, piramid yang dipakai untuk mengocok dadu? That’s just a brilliant idea that adds to the theme!

05. Sequence
Score: 7.5

Board Game ini termasuk salah satu Board Game rilisan terlawas yang ada di koleksiku. Kebanyakan Board Game yang kumiliki dirilis pasca tahun 2000 tetapi Sequence adalah Board Game yang sudah dirilis sejak tahun 1982 dulu! Ternyata ada alasan kenapa Board Game ini masi bisa mempertahankan popularitasnya hingga sekarang, sebuah Board Game yang cukup baik dalam scaling sehingga enak dimainkan dari jumlah pemain yang sedikit sampai lebih dari 10 sekalipun. Jadi jangan selalu meremehkan Board Game-Board Game lawas, they stay classic for a reason!

Waroong Wars

Dikarenakan kesibukan pekerjaan dan kehidupan, sekarang saya semakin jarang menulis review panjang. Tapi untuk Board Game yang satu ini, saya ingin membuat pengecualian. Alasannya? Simpel. Ini adalah Board Game buatan Indonesia yang cukup booming di kalangan para penggemar Board Game. Demi mendorong dan memajukan industri Board Game nasional, saya mau turut menyumbang review.

Sedikit latar belakang untuk Waroong Wars. Board Game yang didesign oleh para designer-designer Board Game Indonesia yang mengajukan game ini dalam kompetisi Board Game Challenge yang diadakan harian Kompas tahun 2015 lalu. Seperti kebanyakan Board Game Indonesia yang dirilis saat ini, Waroong Wars mengangkat tema yang ‘Indonesia’ banget yaitu persaingan antara warung-warung yang ada di daerah Surabaya sana.

ww1

Theme Waroong Wars membuatnya menarik karena bercita rasa asli Indonesia. Dalam game ini kamu diajak untuk membuat masakan-masakan khas Jawa Timur seperti Rawon, Sate Klopo, Bebek Goreng, dan banyak lagi makanan tradisional lainnya dengan bumbu-bumbu khas Indonesia juga: Daging, Beras, Tahu, Petis, dan lain-lain. Singkat kata: jenis-jenis makanan yang familiar dalam game ini membuatnya lebih cepat connect dengan pemain-pemain Indonesia. After all, tidak semua dari kita mengerti tema-tema Board Game Eropa atau Amerika bukan?

Beranjak dari tema permainan yang unik, saya ingin melirik kualitas komponen dari Waroong Wars. Karena ini adalah permainan berbasis kartu, saya cukup heran dengan packing kotak Waroong Wars yang boros tempat. Sebenarnya dibuat dalam kardus berukuran jauh lebih kecil pun sudah bisa (seperti kemasan Sushi Go, Star Realms, ataupun Fairy Tale). Toh ini hanya keluhan minor, kotak yang lebih besar bahkan membuat artwork dalam game ini lebih meriah. Untuk kartunya sendiri saya acungkan jempol dengan kualitas kartu maupun print-nya yang cukup baik. Salut juga dengan artwork dan penggunaan icon yang mudah dikenali.

20160820_221044

Hal terakhir yang ingin saya sorot – sekaligus hal terpenting dalam sebuah Board Game – tentu saja adalah mekanisme permainannya. Game ini memakai unsur Card Drafting di mana secara bergiliran kamu akan mengambil satu kartu dari koleksi kartu yang kamu miliki lantas mengoperkannya kepada pemain lain. Siapa yang memiliki bahan makanan cukup untuk memasak masakan yang disediakan boleh kemudian melakukannya. Gameplay yang sederhana ditambah permainan yang mayoritas memakai ikon (tidak terlalu banyak bacaan di tiap kartu) membuat game ini sangat mudah dimainkan bahkan untuk para pemula Board Game.

ww2

So overall, Waroong Wars adalah sebuah game entry-level yang mudah dimainkan siapa saja. Mekanisme yang solid ditambah Theme yang menarik kemungkinan besar menjadi pertimbangan para juri memenangkan Board Game ini di ajang kompetisi lalu. My final verdict? Give it a try!

Score: 7.0

Review Round-Up 2016 (Part 12 – Board Games)

1. Jaipur
Score: 8.5

Salah satu tipe permainan favoritku adalah Board Game dua pemain (two player). Ini dikarenakan saya terkadang hanya bisa memainkan Board Game dengan satu dua teman saya saja kalau saya tengah tidak berada di Indonesia. Sialnya lagi, jumlah Board Game yang mencakup dua pemain dalam koleksiku tidak seberapa banyak. Jaipur mengisi kekosongan itu dengan baik. Sebagai game dengan tema utama set collection, ia didesain sangat baik untuk menjadi sebuah Card Game yang kompetitif antara dua pemain. So far saya memainkannya dengan nyokap, dengan sahabat, dengan adik, dan mereka semua sangat enjoy memainkannya!

2. Dixit
Score: 7.5

Dixit adalah permainan tebak gambar yang menarik. Daya tarik utama dari Board Game yang laris manis terjual di seluruh dunia ini tentunya datang dari artwork-artwork cantik pada kartunya. Karena gambar adalah sebuah bahasa yang universal, Dixit menjadi Board Game yang mudah diajarkan kepada siapapun dan dapat dimainkan dalam bahasa apapun. Tidak mengherankan bahwa pada akhirnya di tahun 2010 ia memenangkan penghargaan Spiel de Jahres Award (Board Game of the Year). Kelemahan dalam game ini adalah setelah memainkannya beberapa kali kamu akan mulai hafal dengan kartu-kartu yang ada. Cara membuatnya refresh kembali tentu saja adalah dengan terus membeli ekspansi set kartu-kartu yang baru.

3. Viticulture: Essential Edition
Score: 9.0

Salah satu alasan kenapa skor dari Viticulture: Essential Edition begitu tinggi adalah karena saya mencintai theme dalam Board Game ini. Selain itu saya juga sangat suka dengan flow game ini. Hampir semua terjadi secara organik mulai dari menanam anggur, mengubah anggur menjadi wine, sampai kemudian menjual wine ke pasaran yang menginginkannya. Sama dengan Puerto Rico, Viticulture: Essential Edition (yang memasukkan elemen dari Tuscany) langsung menjadi salah satu game Heavy Euro favoritku. Love it!

4. Patchwork
Score: 8.0

Remember what I said about tidak cukup memiliki Board Game duel untuk dua player? Selain Jaipur saya kini juga memiliki Patchwork yang diciptakan oleh Uwe Rosenberg, yang salah satu ciptaannya: Bohnanza, merupakan salah satu dari Board Game-Board Game awal yang saya mainkan. Dan satu lagi yang saya sukai dari Patchwork adalah temanya: menganyam kain? It should’ve been a very boring Board Game. But instead it’s really quite fun!

5. T.I.M.E. Stories
Score: 7.0

Di luar Pandemic Legacy, T.I.M.E. Stories adalah Board Game yang paling mendapatkan buzz dan hype di tahun 2015 kemarin. And for a good reason. Walaupun sebenarnya Board Game ini tidak memiliki ide yang benar-benar fresh dalam dunia media (it’s basically Board Game dengan tema Pilih Sendiri Petualanganmu) tetapi harus diakui bahwa ide ini memang masih cukup orisinil dalam dunia Board Game. Tambahkan lagi fakta bahwa setiap module baru yang dirilis membawa skenario dan tema yang baru, I can see this Board Game still being relevant di tahun-tahun mendatang.

Review Round-Up 2016 (Part 10 – Board Game)

1. Bang: The Dice Game
Score: 7.0

Bang yang biasa adalah salah satu Card Game mainstream yang populer. Akan tetapi setelah beberapa tahun dirilis mekanisme yang diusung oleh Bang mulai menunjukkan usianya. Akhirnya guna membuat game ini kembali menyegarkan diciptakanlah versi Dice Game dari Bang. Konsep ini tak sepenuhnya sukses. Walaupun memakai elemen-elemen yang sama dalam Bang, mekanisme dice-rolling membuat game ini terasa lebih banyak unsur luck ketimbang role guessing. Tambahan fitur panah dan dinamit semakin merusak keseimbangan gameplay. Apabila menyukai permainan dice-rolling: King of Tokyo merupakan alternatif yang lebih menarik.

2. Penny Press
Score: 7.5

Salah satu game Euro dengan tema yang menarik: menerbitkan surat kabar yang laris. Penny Press mengajakmu untuk memburu berita-berita terpanas secara efektif sehingga kamu bisa mendapatkan profit terbanyak dengan menerbitkannya. Tidak banyak Board Game mengangkat tema seperti ini (satu lainnya yang saya ingat adalah Extra! Extra!) sehingga Penny Press adalah Board Game yang menarik dimainkan kalau kamu punya mimpi menjadi editor media. Perubahan dalam permainan ini tergolong cukup banyak untuk setiap turn-nya tetapi bagi saya ini juga menjadi hal menarik yang bisa mengubah dinamika permainan untuk tiap turn.

3. Puerto Rico
Score: 8.5

I love this game. Saya tak selalu menyukai game-game Euro karena otak saya kadang sulit menangkap game dengan mekanisme gameplay yang berat, tetapi Puerto Rico adalah satu dari sedikit pengecualian. Permainan ciptaan dari Andreas Seyfarth ini sangat menyenangkan karena (ternyata) cukup sederhana tetapi sekaligus memiliki banyak elemen strategi di dalamnya. Permainan ini sangat cocok untuk kalian yang tidak ingin terlalu banyak unsur luck dalam permainanmu. Satu hal menarik lainnya dari Puerto Rico adalah walaupun di setiap turn kamu sudah tahu kurang lebih apa yang mau kamu lakukan, apa yang dilakukan oleh lawan bisa jadi memaksamu mengubah total strategimu. Ini sesuatu yang membuat Puerto Rico memiliki nilai replayability yang tinggi.

4. King of Tokyo
Score: 8.5

Suka Godzilla, Kaijuu, Monster, dan sebangsanya? King of Tokyo ini adalah anti-thesis dari Puerto Rico. Di mana Puerto Rico merupakan Board Game yang mengharuskan kamu berpikir keras dalam menentukan langkahmu supaya mendapatkan kemenangan, King of Tokyo adalah sebuah permainan Dice Rolling asal fun. Seperti yang saya katakan di atas tadi, King of Tokyo jauh lebih fun dibandingkan Bang: The Dice Game walaupun memiliki elemen yang sama. Kenapa? Karena di mana Bang: The Dice Game memiliki elemen luck yang terlalu besar, King of Tokyo lebih balance dalam hal ini sehingga kamu lebih bisa menentukan siasatmu untuk memenangkan permainan. Ya, ini masih permainan yang lebih berat di unsur Luck-nya (dan kartu memainkan peran yang terlalu kecil) tetapi unsur Fun-nya sungguh tak terbantahkan.

5. Machi Koro: Deluxe Edition
Score: 8.0

Berbeda dengan Takenoko, Tokaido, atau Hanabi yang memakai nama keJepang-Jepangan tetapi sebenarnya didesign oleh orang Eropa, Machi Koro memang adalah sebuah Board Game yang cukup dikenal di Jepang (paling tidak oleh kalangan Board Game player di sana). Permainan ini diciptakan oleh Masao Suganuma dan mengimplementasikan elemen Dice Rolling yang dicampur dengan strategy Resource Gathering. Strategi dalam Machi Koro bisa dibagi menjadi tiga cara: berfokus pada satu angka roll dadu yang memberi payoff besar, membagi semua angka roll dadu secara merata supaya mendapatkan payoff setiap kali roll dadu terjadi, atau kombinasi antara dua strategi di atas. Sama halnya dengan King of Tokyo, Machi Koro adalah game yang mengerti cara melakukan balance antara elemen luck dan strategi dalam permainan. Masih light, masih fun, tetapi jelas juga sangat riuh dan menyenangkan! Deluxe Edition hadir dengan segala ekspansi Machi Koro yang telah dirilis.

Review Round-Up 2016 (Part 8 – Board Game)

1. Onitama
Score: 7.5

Board Game duel yang sangat simpel dan bisa dimainkan oleh dua orang. Yang membuat game ini menjadi sangat menarik adalah tempo permainan yang cukup singkat (bisa diselesaikan dalam waktu sekitar 15 menit) dan juga mudah diajarkan. Berbeda dengan catur yang memiliki move set yang selalu sama dari satu permainan ke permainan yang lain, Onitama memiliki move set yang berbeda dalam tiap permainan, membuat para pemain harus selalu beradaptasi setiap kali memainkannya. Cocok untuk mereka yang suka berpikir dalam bermain Board Game. Simple to learn, hard to master.

2. Boomtown
Score: 8.0

Apabila saya diminta untuk menjelaskan konsep dari Boomtown: campuran dari konsep bidding-nya No Thanks dan Dice Rolling dari Machi Koro yang hasilnya something new and unique. Apa yang menarik dari Boomtown adalah bagaimana game buatan dua Bruno (Cathala dan Faidutti) ini memiliki takaran yang pas antara strategi (dalam elemen bidding) dan push your luck (dalam elemen dice rolling). Sebuah game yang sangat fun terutama untuk 4 sampai 5 pemain. Rusuh!

3. Kanban: Automotive Revolution
Score: 7.5

Ini adalah salah satu board game paling kompleks yang pernah kumainkan. Game buatan designer Vital Lacerda ini memiliki konsep gameplay yang dalam dengan moving part yang sangat banyak di tiap-tiap divisinya. Yang membuat Board Game ini fun dan menarik untuk dimainkan berulang kali adalah betapa dalam sistem kombo di dalamnya. Kamu bisa menang dengan banyak cara, baik dari memproduksi mobil yang sedang ngetop di pasaran, meriset sparepart untuk mobil canggih, sampai menguasai voting di saat pertemuan para pemegang saham. Kompleks? Ya. Fun? Sangat!

4. Splendor
Score: 8.5

Board Game yang sederhana tetapi juga adiktif. Inti dari game ini sederhana: mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya dari permata. Karena simpel, game ini bisa dijelaskan kepada siapapun dalam waktu yang singkat. Satu hal lagi yang menyenangkan dari game ini adalah komponen-komponen yang berkualitas tinggi: koin di sini seperti Poker Chip yang memberikan dia berat yang pas dan enak ketika dipegang dan diangkat. Cocok untuk dimainkan dengan berbagai crowd baik anak-anak sampai dewasa.

5. Pandemic
Score: 8.0

Saya rasa Board Game populer ini tidak perlu diperkenalkan lagi. Pandemic, di luar Ticket to Ride dan Catan, mungkin adalah Board Game paling populer di dunia (tidak, saya tidak menghitung Board Game mainstream seperti Monopoly, Uno, dan teman-temannya). Game garapan Matt Leacock ini menjadi berbeda dengan game-game lainnya karena ia (kembali) mempopulerkan mekanisme kooperasi. Dan brilian untuk tema dari Pandemic: siapa yang tidak suka dengan pitch “Hey, kalian mau menyelamatkan dunia dari infeksi virus mematikan?“. It’s practically playing the movie Contagion in Board Game.

Review Round-Up 2016 (Part 6 – Board Game)

1. The Grizzled
Score: 7.0

Berbeda dengan kebanyakan Board Game lain yang saya punya, The Grizzled adalah sebuah board game yang lebih serius. Kenapa? Itu dikarenakan tema yang diangkat dalam Board Game ini adalah Perang Dunia I (The Great War). Berbeda dengan Perang Dunia II yang sudah kerap diangkat (dan kadang didramatisir), Perang Dunia yang pertama adalah sebuah perang yang lebih sedikit diekspos tetapi tidak kalah brutal dan menyedihkan. Selain itu tentu saja ada fakta menyedihkan bahwa artis dari Board Game ini: Tignous, meninggal dalam pembantaian Charlie Hebdo oleh kelompok teroris Islam radikal di Paris 2015 lalu.

Permainan ini sendiri adalah permainan kooperatif di mana empat sampai lima pemain melakoni peran sebagai tentara Perancis yang harus bertahan hidup di dalam The Great War untuk bisa pulang selamat. Ini sebuah card game yang sangat serius dan saya tidak merekomendasikannya kepada kalian yang sering bermain sambil bercanda karena mood memainkannya akan rusak.

2. Tiny Epic Galaxies
Score: 7.5

Ini sebuah permainan dalam kotak yang kecil tetapi memiliki scalability yang luar biasa. Kamu bisa bermain solo (sendiri) melawan Rogue Galaxy dan kamu juga bisa bermain dengan dua, tiga sampai empat pemain dengan nyaman (bisa sampai lima tetapi saya belum pernah menjajalnya). Tiny Epic Galaxies memiliki balance yang pas dalam unsur luck (faktor dadu) dan strategi (planet mana yang ingin kamu kuasai). Mengingat game ini hadir dalam kotak yang kecil, portabilitasnya pun sangat tinggi untuk dibawa dan dimainkan di mana saja dan kapan saja!

3. Coup
Score: 7.5

Sebuah permainan mini party game (karena cocok dimainkan sekurang-kurangnya empat sampai lima orang) yang sangat populer dua tiga tahun yang lalu. Coup adalah sebuah game bluffing dan role-playing yang sangat seru kalau kamu memainkannya dalam grup yang tepat. Apabila grupmu penuh dengan orang yang suka tuding-tudingan dan banyak cakap (all in the spirit of fun, of course) maka kalian akan selalu riuh dan tertawa dalam memainkan Coup. Ini sebuah permainan yang takkan cukup dimainkan sekali. Begitu selesai kalian akan mau memainkannya lagi just to laugh and to call your other friend’s bullshit. Di sisi lain kalau grup kalian isinya orang serius atau introvert semua… never ever bring up this game.

4. The Resistance
Score: 7.5

Di Indonesia tahun lalu, salah satu game yang tidak pernah gagal keluar di meja permainan kami adalah The Resistance: Avalon, sebuah versi lain dari permainan The Resistance. Sebenarnya kedua game ini memiliki basis permainan yang sama dengan perbedaan hanya pada kartu Merlin (kartu yang mengijinkan kamu melihat siapa saja musuhmu). Ternyata tanpa kartu Merlin, The Resistance masih saja menjadi permainan yang cukup fun. Akan tetapi sama halnya dengan Coup, ini adalah sebuah permainan yang hanya bisa dinikmati oleh grup yang terbuka, saling kenal satu sama lain, dan siap tuding menuding secara frontal.

5. Survive: Escape from Atlantis!
Score: 7.0

Probably the oldest Board Game that I own (karena saya tidak punya Monopoly). Survive: Escape from Atlantis! pertama dirilis di tahun 1982 dan fakta bahwa ia masih merupakan Board Game yang relatif populer hampir 35 tahun setelah ia dirilis adalah bukti bahwa mechanic gameplay-nya tidak lekang dimakan waktu. Konsep menaiki kapal dan kabur dari pulau yang sedikit demi sedikit tenggelam, ditambah dengan banyaknya monster laut yang berada di sekitar pulau tersebut, menjadikan Survive sebuah permainan sederhana yang mudah dimengerti dari muda sampai tua dan bisa dimainkan dalam waktu 45 – 60 menit. Sempurna untuk sesi Board Game di mana kalian tidak mau terlalu banyak berpikir and just have fun!

Review Round-Up 2016 (Part 5 – Board Game)

1. Hanabi
Score: 6.5

Apabila kalian menyukai permainan kooperatif di mana ada banyak diskusi antara para pemain, Hanabi adalah card game yang cocok bagi kalian. Datang dalam paket kardus yang kecil (kecuali kalian membeli versi Deluxe) Hanabi memiliki dasar permainan yang simpel tetapi juga cerdas: kalian harus bekerjasama untuk membuat pentas kembang api! Akan tetapi kalau grup kalian suka sesuatu yang kompetitif, ini tidak akan cocok buat kalian. Ingat, dalam permainan kooperatif apabila kamu kalah maka seluruh timmu kalah, tetapi bila kalian menang semuanya pun menang. Kunci memenangkan Hanabi? Komunikasi dan pemberian petunjuk seefisien mungkin.

2. Kemet
Score: 9.0

Ini adalah salah satu light war game favoritku selain Blood Rage. Sama dengan Board Game tersebut, Kemet juga merupakan Board Game yang kaya dengan theme. Bila Blood Rage mengangkat tema Viking maka Kemet mengangkat tema Mesir Kuno. Kualitas produksi material miniatur yang bagus ditambah berbagai strategi yang bisa diaplikasikan untuk menguasai area menjadikan Kemet sesuatu yang selalu asyik dimainkan. Memang peraturan dalam Kemet sedikit lebih rumit dibandingkan Board Game-Board Game lain yang saya posting di sini but believe me, it’s worth to learn.

3. New York 1901
Score: 8.0

Sebuah Eurogame yang cocok bagi kalian yang suka dengan tema bangun membangun. New York 1901 menggabungkan konsep worker placement dengan area control. Kalau kalian menyukai game-game yang tidak terlalu kompleks tetapi tidak terlalu sederhana (medium-weight Board Game ala Ticket to Ride), New York 1901 akan mengisi posisi tersebut dengan sempurna. Dengan berbagai strategi yang bisa kalian pakai untuk menguasai wilayah, New York 1901 adalah sebuah Board Game dengan nilai replayability yang tinggi.

4. Tides of Time
Score: 6.5

Card Game ini hanya untuk dua orang saja dan sangat – sangat sederhana. Bahkan komponennya pun kurang dari 15 kartu. Bagaimanapun di balik kulitnya yang terlihat sederhana Tides of Time mengandung tipe permainan yang cukup dalam dan menarik. Kalau kalian menginginkan sebuah Card Game dengan mekanisme card drafting yang bisa dimainkan oleh dua orang dalam waktu singkat (maksimal 15 sampai 20 menit), Tides of Time adalah opsi yang cocok bagi kalian.

5. Takenoko
Score: 9.0

Takenoko adalah permainan yang sangat pas bagi grupku. Dalam strategi ia tidak terlalu kompleks sehingga semua orang bisa mengerti peraturannya hanya dalam 5 hingga 10 menit. Dalam komponen Takenoko memiliki kadar komponen berkualitas apik mulai dari bambu sampai miniatur panda dan gardener-nya. Terakhir play time dalam game ini berkisar antara 45 hingga 60 menit, sweet spot yang pas untuk grup kami. Dan sudahkah saya sebutkan ini adalah sebuah game tentang memberi panda peliharaan kalian makan? Panda gitu lo, who can resist their cuteness?