The Flash Season 3 Episode 7: Killer Frost

Setelah Flashpoint terjadi di awal season ketiga dari The Flash, saya heran kenapa sepertinya semua orang begitu mudahnya mengampuni Barry yang praktis mengubah kehidupan mereka semua karena keegoisannya. Episode ketujuh yang berjudul Killer Frost ini akhirnya mengulas mengenai hal ini. Dan hasilnya sangat memuaskan karena memberikan drama di dalam Team Flash.

Selama ini Team Flash selalu bisa bekerja sama dengan kompak menghadapi musuh-musuh yang lebih kuat seperti Reverse-Flash maupun Zoom. Akan tetapi di season ketiga ini mulai ditunjukkan keretakan antara mereka seperti bagaimana Cisco murka kepada Barry yang tak mau menyelamatkan nyawa Dante maupun Caitlin yang mulai memiliki kekuatan es dalam dirinya…

Dan kekuatan Caitlin jadi lepas kendali setelah ia menyelamatkan Barry dari serangan Savitar. Sebenarnya ini sedikit membingungkan bagiku. Apa yang membuat kekuatan Caitlin berbeda dengan kekuatan Cisco atau Barry? Apakah kekuatan yang ia miliki kemudian merubah tabiatnya menjadi jahat? Tetapi mengapa hal tersebut tidak terjadi kepada Cisco dan Barry? Semoga saja hal ini dieksplorasi lebih lanjut di episode-episode mendatang.

Yang jelas ledakan amarah Caitlin yang menuding Barry melakukan kesalahan – ditambah dengan terbongkarnya rahasia bahwa Dante seharusnya masih hidup di era timeline lain membuat status Team Flash yang biasanya solid jadi terpecah belah. Ini belum ditambah dengan status dari Wally yang ada di bawah perubahan (dan belum tahu akan selamat atau tidaknya). Pun begitu krisis seperti ini justru membuat dinamika dan drama dalam episode ini lebih kuat ketimbang biasanya.

1111111

Di sisi lain efek spesial dalam episode ini benar-benar buruk dan jelas tidak membantu debut dari Savitar. Sekuens Savitar yang menghajar Barry sambil membawanya berputar-putar seantero kota pun mengingatkanku kepada apa yang dilakukan Zoom di season lalu – hanya saja (anehnya) sekuens CG itu jauh lebih baik ketimbang episode ini. Saya tidak berlebihan kalau mengatakan spesial efek Savitar dalam episode ini adalah spesial efek yang TERBURUK dari semua episode Flash yang saya tonton.

Sementara semua masalah Team Flash sepertinya sudah selesai (untuk sementara) demi menghadapi team-up dalam episode mendatang, saya berharap bahwa dilema Caitlin sebagai Killer Frost maupun Julian sebagai Doctor Alchemy (akhirnya identitasnya diungkap juga) tak semudah itu disingkirkan. There are still so many dramas to be dig from these revelations!

Advertisements

Luke Cage Season 1 Episode 13: You Know My Steez

Seperti yang saya duga sebelumnya, pertarungan antara Luke Cage dan Diamondback berjalan dengan sangat… anti-klimaks. Oleh karena Diamondback sendiri tidak pernah terdevelop sebagai villain yang kuat, tidak ada kepuasan bagiku melihat Luke Cage menghajar dan mengalahkannya. Ditambah dengan koreografi pertarungan yang ala kadarnya menjadikan final fight ini terasa sangat forgettable.

Satu-satunya hal yang saya rasa menarik untuk disimak dalam pertarungan keduanya adalah bagaimana polisi tidak ingin turut campur ketika Luke dan Diamondback saling baku hantam. Saya bisa mengerti alasan mereka apabila khawatir Judas Bullet salah sasaran, tetapi alasan mereka rupanya lebih rasis dari itu: bagi mereka tidak peduli Luke atau Diamondback yang kalah, mereka lebih peduli menangkap siapa yang berdiri terakhir dan sudah keletihan. Akan tetapi pesan politik seperti itupun sudah terasa agak berlebihan setelah 12 episode sebelumnya topik “orang kulit hitam terpinggirkan” dan “rasisme masih ada di Amerika hingga sekarang” terus diangkat. Sama halnya dengan monolog ala pidato dari Luke Cage di kantor polisi.

Hal yang menarik dari episode ini justru datang setelah pertarungan keduanya usai dan Luke kembali harus berhadapan dengan kelicikan Shades dan Black Mariah. Sekali lagi serial ini terasa lebih kuat ketika Luke Cage dan kawan-kawannya baik itu Claire (yang hey, ternyata masih hadir di episode ini!) dan Misty berhadapan dengan lawan yang tak hanya memakai kekuatan fisik semata. Shades dan Black Mariah adalah dua lawan yang licik dan memakai otak, koneksi, dan permainan politik kotor untuk lolos dari jeratan hukum. Adalah keduanya yang membuatku geram di akhir-akhir season ini karena ‘keadilan’ belum bisa mendatangi mereka… mungkin di season 2?

222

Bicara soal Marvel Netflix Universe sendiri, janji Claire untuk berusaha membebaskan Luke dari penjara dengan bantuan pengacara yang handal menghangatkan hatiku. Ini jelas merupakan cara yang cerdas membawa Matt, Foggy, dan Jessica kembali ke dalam dunia Luke. Saya menebak bahwa akan ada adegan-adegan awal di dalam serial The Defenders di mana Matt kemungkinan besar akan bekerja sama dengan Jessica mencari cara untuk membebaskan Luke dari penjara dan membersihkan namanya dari masa lalunya yang tragis.

Pada akhirnya Luke Cage Season 1 adalah sebuah serial Netflix yang memuaskan dengan jagoan yang badass tapi masih terasa belum dimaksimalkan, antagonis yang tidak memorable karena terlalu banyak dan kurang fokus, dan disertai soundtrack yang sangat keren. Juara sesungguhnya dari serial ini? Setting Harlem-nya yang terasa sangat riil dan down-to-earth. Even for that reason only, I’m willing to give Luke Cage Season 2 a go.