Supergirl Season 2 Episode 7: The Darkest Place

Setelah episode lalu: Changing, begitu meyakinkan, saya bertanya-tanya apa kiranya yang bisa dilakukan oleh para penulis Supergirl untuk makin meningkatkan kualitas serial ini? Jawabannya: another awesome episode yang menghadirkan dua karakter lama!

Ingatkah kalian dengan sosok Hank Henshaw dan Jeremiah Danvers yang sudah lama tak terdengar kabarnya (semenjak season pertama lalu)? Dalam episode ini keduanya kembali. Yes, Dean Cain is back.

Dalam episode ini pertarungan antara DEO dengan Cadmus mencapai puncaknya. Ketika Cadmus menggunakan Mon-El yang mereka culik di akhir episode lalu untuk menjebak Kara datang ke markas mereka, sang girl of steel tiba hanya untuk menyadari bahwa tempat tersebut hanyalah jebakan di mana Hank Henshaw yang asli menunggu. Rupa-rupanya Hank Henshaw selama ini telah bekerja sama dengan Cadmus dikarenakan keduanya sama-sama membenci alien. Lebih gilanya lagi Henshaw kini telah dibedah menjadi semacam Terminator yang cukup kuat menghadapi pukulan maupun Heat Vision Kara. Bahkan bisa dibilang Kara dapat ditaklukkan dengan cepat olehnya! Para penggemar komik mungkin sudah bisa menebak bahwa Hank Henshaw di sini tidak lain tidak bukan sudah menjadi Cyborg Superman.

yeaaa

Oke, di sini memang merupakan sedikit masalah dengan power set level para karakternya. Saya selalu merasa bahwa baik Superman maupun Supergirl di dalam serial ini tidak sekuat padanan mereka di layar lebar. Pun begitu saya tak ingin terlalu banyak berkeluh karena kalau Supergirl terlalu kuat di sini nantinya tidak akan ada lawan yang seimbang baginya.

Lilian Luthor dalam episode ini memperkenalkan identitasnya sebagai kepala dari Cadmus dan untuk pertama kalinya menunjukkan kemampuannya sebagai villain yang layak ditakuti oleh Kara. Tanpa banyak bicara ia mampu ‘memaksa’ Kara untuk menghabiskan energinya dan menjadi wanita biasa, membuat Kara benar-benar takluk, kalah, dan tidak berdaya. A Supergirl being totally helpless! Beruntung sebelum keadaan menjadi lebih buruk bagi Kara dan Mon-El mereka diselamatkan oleh Jeremiah Danvers yang masih hidup. It’s always great to see Dean Cain back in TV… dan omong-omong Helen Slater pun dijadwalkan kembali di episode 8 nanti.

Sekali lagi titik lemah di episode ini datang pada… Guardian. Di tengah begitu banyaknya hal-hal penting yang terjadi di episode ini lagi-lagi tingkah laku ajaib James dan Winn yang harus membersihkan nama Guardian dari pencemaran nama baik membuat episode ini terlihat tidak berimbang. Saya menghargai koreografi pertarungan Guardian di episode ini, sungguh. Melihat ia menggunakan tameng membuat saya sedikit banyak teringat Captain America – versi KW. Dengan budget yang terbatas saya harus akui koreografi pertarungan Cap… eh Guardian dengan lawannya tidak buruk. Mungkinkah mereka meminjam kru dari Arrow untuk membuat koreografinya? Toh pada akhirnya sub-plot ini tetap saja terasa out of place dibandingkan plot cerita utama Supergirl.

Memasuki episode crossover, ada banyak plot selain Guardian yang menarik untuk digali lebih lanjut. Selain plot mengenai Cadmus dengan ancaman Medusa, Martian Manhunter pun harus mencari tahu bagaimana ia bisa menghentikan perubahan dirinya menjadi seorang White Martian. Dan apakah Mon-el mulai jatuh cinta dengan Kara? Ehem, ehem.

Supergirl Season 2 Episode 5: Crossfire

Semakin lama Cadmus semakin meningkatkan ancamannya kepada para Alien. Salah satu cara mereka adalah dengan mempersenjatai para kriminal yang ada dengan senjata-senjata teknologi Alien. Dan senjata-senjata ini begitu saktinya mereka bahkan mampu membuat kriminal biasa melumpuhkan Supergirl! Tidak mengherankan kalau warga biasa pun mulai panik dan ingin mempersenjatai diri mereka sendiri.

1

Sekali lagi Supergirl mencoba untuk membahas topik sosial politik yang selalu panas di Amerika: kepemilikan senjata. Bukan rahasia bahwa di beberapa tahun terakhir penembakan oleh orang-orang psikopat di tempat-tempat umum meneror Amerika, membuat banyak orang kontra dengan peraturan ini. Di sisi lain orang yang pro merasa bahwa orang baik perlu dipersenjatai juga supaya bisa melawan orang jahat. Ini sebuah topik yang kompleks dan walaupun dalam episode ini Supergirl mengangkat topik itu, ia tak pernah memihak kepada mana yang benar dan mana yang salah. Staying neutral, perhaps?

Di luar Cadmus ada tiga kisah sub-plot yang berjalan di episode ini pada saat yang bersamaan: pertama adalah hubungan antara Kara dan Mon-El alias Mike yang merupakan highlight episode ini. Sungguh saya langsung menyukai Mike yang benar-benar tampil lucu dalam hari pertama bekerja di CatCo. Sampai-sampai ketika ia terlibat dalam perbuatan tak senonoh dengan sang sekretaris dan Kara memergoki mereka saya tertawa terbahak-bahak. Hal kedua yang menjadi sorotan dalam episode ini adalah hubungan antara Alex dan Maggie yang makin dalam, membuat Alex mempertanyakan apakah ia gay atau bukan, sebuah topik yang cukup menarik. Di Arrowverse memang sudah ada sosok gay yaitu Mister Terrific, tetapi dari awal kemunculannya, ia memang telah menyatakan diri gay (begitu pula Sara sebagai White Canary dan Maggie sendiri). Alex akan menjadi sosok pertama yang “come out of the closet” bila jalan cerita menyatakan dirinya gay.

fdddd

Satu-satunya sub-plot yang bagi saya kurang berhasil di sini adalah Jimmy Olsen yang memulai transformasinya menjadi vigilante. Bagi kalian yang mengikuti berita mengenai Supergirl (termasuk press release untuk episode-episode berikutnya) akan tahu bahwa Jimmy Olsen sudah diplot untuk menjadi sosok The Guardian, salah satu sidekick Superman di kota Metropolis. Saya pribadi tidak terlalu suka dengan alasan dadakan kenapa Jimmy mau menjadi The Guardian di sini. Rasanya terlalu dipaksakan karena penulis serial ini tidak tahu mau melakukan apa dengan karakternya. Mengingat ia satu-satunya karakter yang tidak jelas juntrungannya, mungkin lebih baik Jimmy dijadikan sosok recurring / guest role saja?

Reveal menarik yang dibuka di akhir episode 5 ini membuat saya bertanya-tanya apakah keluarga Luthor yang lain akan segera muncul di season kedua Supergirl ini? Dan apakah Ibu yang dimaksud oleh Lena adalah ibu kandung… atau ibu angkatnya? More mysteries yang membuat saya tak sabar menunggu episode berikutnya.

Supergirl Season 2 Episode 4: Survivors

Setelah memperkenalkan karakternya pada akhir episode lalu, dalam episode ini sosok M’gann alias Miss Martian kembali menjadi sorotan utama. Itu memberikan banyak materi bagi David Harewood sebagai J’onn untuk tampil di spotlight, dan mengingat aktor senior di serial ini tinggal dia sepeninggal Calista Flockhart, saya senang melihat ia mendapat lebih banyak kesempatan tampil.

Saya bisa membayangan perasaan J’onn ketika mengetahui adanya seorang sosok Martian lain di bumi. Perasaannya tentu campur aduk. Ini tentunya sangat berbeda dengan Kara sebagai Supergirl. Ya, Supergirl juga seorang survivor dari planet Krypton tapi ia tahu bahwa selain dirinya masih ada Superman – belum lagi dengan tawanan-tawanan lain dari Fort Rozz. Singkat kata: Kryptonian memang ras yang terancam kelangsungan hidupnya, tapi Kara tidak sendiri. J’onn berbeda sebab ia satu-satunya Green Martian yang tersisa dari bangsanya.

Oleh karena itu melihat M’gann ternyata malahan ikut dalam sebuah underground Alien fight club tentu meremukkan hati J’onn karena pada dasarnya Martian adalah ras yang cinta damai. Bicara soal Alien fight club sendiri, ini adalah sebuah ekspansi menarik dari ide Alien sebagai penduduk National City (dan Amerika) dari episode-episode lalu. Masalah ini pernah sedikit disinggung di season pertama ketika J’onn mengatakan tidak semua Alien seberuntung Kara dan Clark karena berwujud serupa dengan manusia… dan di sini terlihat bagaimana kehidupan mereka bisa sangat menyedihkan. Sebuah alegori tentang kasus refugee di dunia nyata saat ini?

Terlepas dari beberapa topik berat yang diangkat di episode ini, serial ini tak lupa bersenang-senang sedikit dengan tandem dari Winn dan Mon-El. Keduanya dengan cepat membangun hubungan persahabatan (bromance!) dan semoga tema ini terus dieksplorasi di episode-episode mendatang supaya Winn punya hal lain untuk dia lakukan selain menjadi ‘Cisco’nya serial ini.

s2

Dengan fokus pada karakter-karakter pendamping (termasuk hubungan Alex dengan Maggie yang terus dikembangkan) sepertinya Kara sedikit tersisihkan di pekan ini. Pun begitu saya senang melihat serial ini menemukan waktu untuk kembali memasukkan hologram Alura (Laura Benanti) dalam serial ini. Saya nyaris melupakan keberadaan hologram tersebut. Satu lagi yang saya suka adalah momen-momen di akhir episode ini di mana Kara menunjukkan niatnya untuk melatih Mon-El, sebuah penebus karena ia tak pernah mendapatkan kesempatan melatih Kal-El dulu. Momen-momen kecil seperti ini menunjukkan sifat kasih dalam diri Kara.

Satu-satunya karakter yang tak mendapatkan kesempatan tampil di episode ini hanyalah James Olsen yang sejujurnya menjadi karakter paling kurang menarik sampai saat ini. Akan tetapi membaca sinopsis episode berikutnya, sepertinya tak lama sampai Olsen kembali dimajukan ke spotlightlet’s see!